Assalamualaikum wr wb,
Kemarin malam, aku bertemu dengan salah seorang teman lama. Teman yang dulu sempat menjadi tempat peraduanku, ketika aku ingin berlari dari waktu. Sudah tiga tahun lamanya kami tidak bertemu. Meskipun begitu, waktu tiga tahun terasa lebih lama dari biasanya saat aku dan pikiranku memikirkannya. Nama teman lamaku adalah Hatimu.
Aku dan Hatimu membicarakan banyak hal mulai dari politik, agama, bumi, media, perbankan, arsitektur, binatang, dan bahan-bahan perbincangan yang menurutku koranpun tidak akan menjadikan itu sebagai headline-nya. Perbincangan diantara kami berdua mengalir lembut beriringan dengan jalannya waktu. Entah sudah berapa rupiah sudah aku keluarkan untuk tukang es cendol yang ada di sana agar es cendol yang dibawa olehnya dapat menemani kami berdua.
Tapi…ada sesuatu yang lain pada malam itu. Entah itu hanya perasaanku saja atau memang benar bisikan yang hatiku katakan mengenai hatimu. Malam itu hatimu tidak berada dalam hatimu. Apa yang terjadi pada dirimu? Apakah karena sudah terlalu lama aku tidak memberi kabar kepada Hatimu atau Hatimu saat itu sedang mendapat tamu? Entah itu ‘tamu’ langgananmu atau sesuatu yang sering kita sebut ia ‘bosan’. Kenapa Hatimu bosan? apakah aku melakukan sebuah kesalahan?
Waktu terus berjalan. Dari detik berubah menjadi menit. Dari menit berubah menjadi jam. Dari jam berubah menjadi hari. Setiap perubahan itu pastilah selalu terjadi sesuatu. Entah itu kebahagiaan, kesedihan, rasa cemas, rasa takut, bahkan rasa benci. Ada apa dengan Hatimu? Apakah selama tiga tahun tidak bertemu engkau mengalami sesuatu? Kenapa engkau tidak bercerita kepadaku? Tiba-tiba aku cemburu. Cemburu dengan sesuatu yang tidak aku tahu. Aku cemburu kepada kesendirianmu.
Aku harus bagaimana Hatimu?